Kamis, 04 Mei 2017

Cara Meraih Kedamaian : Masuk Ke Dalam Diri

Cara Meraih Kedamaian : Masuk Ke Dalam Diri
Cara Meraih Kedamaian : Masuk Ke Dalam Diri

Banyak orang berpendapat bahwa hanya dengan meninggalkan keluarga dan kemudian masuk ke dalam hutan atau puncak gunung, mereka bisa lepas dari rasa khawatir dan sedih. Tetapi, kemerdekaan yang penuh bukanlah seperti itu. Yang harus dilakukan adalah masuk ke dalam diri. Ya, kunci kedamaian hati adalah masuk ke dalam diri.


Inilah yang kita butuhkan, yaitu upaya spiritual. Jiwa terperangkap ke badan. Ia terperangkap oleh berbagai hubungan. Kalau kita masuk ke dalam jati diri kita, kita akan mampu mengumpulkan energi spiritual yang akan menemani kita menjalani kehidupan ini, tanpa rasa takut.

Dalam hidup, saya tidak pernah membiarkan diri saya merasa takut, tetapi yang saya lakukan adalah membantu orang lain dengan rasa damai pada saat-saat krisis. Saya telah mengalami berbagai macam situasi sulit, seperti sakit atau kesulitan dana, tetapi saya tidak bingung, takut ataupun cemas.

Saya tidak mempunyai pendidikan tinggi (saya hanya pernah bersekolah selama tiga tahun saja), tetapi saya tetap bisa dalam rasa damai dan memberikan perasaan ini kepada orang lain. Paling tidak saya bisa merangkul orang lain dengan kehangatan cinta.

Ketika orang merasa takut, kepada siapa mereka mengadu?

Ketika mereka merasa khawatir tentang apa yang akan terjadi pada anak-anak mereka, apa yang mereka lakukan?

Mereka tidak bisa memohon pertolongan dari Tuhan, mereka tidak bisa menolong diri sendiri, apalagi membantu orang lain.

Oleh karena itu bebaskan pikiran anda dari pemikiran seperti ini.

Kekuatan untuk tetap merasa damai ini diperoleh dari perbuatan-perbuatan tulus yang dilakukan dengan tingkatan intelek yang tinggi - yaitu dengan pengertian. Tergantung kepada orang lain atau membuat seseorang tergantung kepada kita adalah perbuatan orang yang lemah.

Adalah tugas saya untuk bersikap menolong serta jujur supaya saya dapat selalu selaras dengan orang lain - dan juga untuk selalu dermawan. Ada yang berpendapat bahwa tugas atau tanggung jawab adalah beban.

Padahal saya malahan menjadi lebih ringan!

Apa tanggung jawab saya?

Untuk memberikan senyum, tetap merasa damai dan menyegarkan getaran dari hati saya, melalui perilaku dan pendapat saya.

Apakah ada seseorang yang tidak mempunyai tanggung jawab ini?

Saya selalu mengatakan kepada orang lain, "Jangan banyak bermuram durja".

Jangan biarkan wajahmu kelihatan lelah. Lebih baik bersikap ceria.

Siapa yang bisa melakukannya?

Mereka yang kuat dari dalam.

Apakah hal ini mungkin?

Apakah kesedihan, ketakutan dan kekhawatiran anda sudah hilang?

Jika anda merasa damai sewaktu membaca tulisan ini, anda akan memahami maknsa dari altruisme dan kedermawanan. Bacalah terus, tetapi tidak usah berpikir. Saya ingin berbagi dengan anda mengenai hal-hal yang bisa anda serap.

Terima saja dan biarkan tersaring ke dalam sanubari Anda.

Dadi Janki


EmoticonEmoticon