![]() |
| Mengenal Diri Sendiri |
Kesakitan berbeda dari penderitaan. Rasa sakit fisik maupun emosi malahan bisa merupakan sinyal yang melindungi kita dari perilaku berbahaya. Jadi, Kita dapat belajar dari rasa sakit. Sebaliknya, penderitaan menguras kekuatan kita untuk berinteraksi secara positif dengan dunia luar. Seringnya, ini sudah menjadi kebiasaan. Malahan kadang kita mempunyai pendapat negatif bahwa memang kita harus menderita sebagai bagian hidup yang tak terhindarkan.
Ada lagi yang berpendapat bahwa Tuhan menginginkan kita menderita. Malahan ada yang sampai mengatakan bahwa Tuhan pun menderita.
Ini semua adalah pendapat-pendapat yang merugikan. Pemahaman yang keliru mengenai Tuhan yang mengakibatkan kita malah menjadi jauh dari-Nya merupakan sumber dari segala kendala yang kita hadapi. Saya menemukan Tuhan sebagai kebenaran - pancuran kedamaian dan cinta. Hidup saya didasarkan pada proses pembelajaran menerima kekuatan dari Tuhan. Ini yang memberikan kekuatan dari dalam.
Kita tidak berbicara tentang agama atau suatu aliran filsafat, tetapi saya tidak bisa memulai tanpa menyinggung tentang Tuhan. Banyak orang merasa capai dengan agama. Seolah-olah ibadah keagamaan membawa kita kepada kebenaran dan keutuhan. tetapi pada kenyataannya ia membawa kita kepada takhayul dan dogma. Kita berupaya menjadi lebih kuat tetapi kita malahan terus-menerus menjadi lemah. Akibatnya adalah rasa tidak percaya dan pengkotak-kotakkan manusia.
Ilmu pengetahuan sains kelihatannya membawa harapan, tetapi ia lebih berfokus pada dunia materi dan ia hanya sedikit bisa membantu kita menjadi lebih kuat secara batiniah.
Ada sebuah jalan keluar, yaitu dengan cara melihat ke dalam diri kita sendiri. Ketika kita berlatih untuk memusatkan energi pikiran kita ke dalam dan menghubungkannya dengan Tuhan, kita akan mampu melangkah bebas dari segala penjara mental.
Dengan mengembangkan fokus ke dalam, kita mengembangkan kekuatan untuk bertindak yang selaras dengan sifat kita yang benar dan positif. Saya yakin bahwa jauh di dalam lubuk hati, kita berpendapat bahwa inilah yang kita inginkan, yaitu mampu berinteraksi di dunia dengan penuh semangat kedermawanan.
Cara hidup yang berbeda ini akan membawa perubahan besar pada sikap dan cara pandang kita. Dari seorang pengemis yang kadang tergantung atau kadang menuntut pada orang lain menjadi seorang pangeran yang tidak lagi meminta-minta tapi sekarang mampu memberi.
Dari kehidupan seperti sebuah kepompong, rapuh dan tak aman menjadi sebuah kesadaran yang kuat dan bersinar bak permata, kebal terhadap pengaruh negatif dan tekanan dari luar. Bahkan sewaktu saya kecil saya sudah tahu inilah jalan yang akan saya tempuh. Dan sewaktu saya masih menjadi gadis muda, kurang lebih 70 tahun yang lalu, saya mulai belajar mewujudkannya.
Love -- Dadi Janki

EmoticonEmoticon