![]() |
| Mengenal Diri Sendiri |
Hiduplah sedemikian rupa dimana cinta mewarnai semua tindakan kita. Saya telah belajar hidup dengan cara ini dan buahnya adalah tidak ada yang bisa mengganggu saya. Rasa puas dan rasa bahagia saya terhadap orang lain tetap terjaga mantap.
Saya telah merdeka!!Kekuatan yang memungkinkan saya hidup dengan cara ini berasal dari dalam. Saya tidak mencarinya dari luar. Oleh karena itu saya bisa merdeka, tanpa mengharapkan sesuatu dari orang lain dan tidak pernah mengalami frustasi.
Semua orang bisa hidup dengan cara ini. Ini adalah cara yang alami. Tetapi, kita harus membuang beberapa kepercayaan dan kebiasaan kita yang telah menguras kekuatan kita dan mengganggu kemampuan kita untuk mencintai. Kadang, beberapa di antaranya telah merasuk jauh ke dalam diri kita dan kita tidak menyadari hal ini.
Saya yakin bahwa kita semua punya kesempatan. Kita sekarang hidup dalam zaman dimana kita bisa masuk ke dalam pikiran kita, ke dalam pribadi kita yang ada di dalam dan ke dalam Tuhan dengan cara yang baru. Dengan keberanian dan tekad kita bisa mencapai samudera kedamaian, kebahagiaan dan kekuatan yang akan merubah cara kita melihat diri kita dan orang lain.
Proses pembaharuan ini sangatlah sederhana. Melalui proses waktu, jaring-jaring ilusi telah menutupi mata kita. Sekarang kita harus seperti laba-laba yang menelan jaringnya sendiri. Kita harus menarik jaring-jaring kita yang lama dalam berpikir dan berperasaan, dengan menyadarii bahwa cara-cara tersebut tidak lagi bisa dipakai.
Kita selalu berpikir bahwa kita akan menemukan kebahagiaan dari luar diri kita. Memang berhasil tetapi hanya sampai pada titik tertentu, padahal keberhasilan kita ini bersifat menyesatkan. Ia akan mendorong kita untuk menggali jebakan yang lebih dalam. Selama keinginan kita terpenuhi, kita menjadi lebih terdorong untuk mencari kepuasan lebih lanjut dari luar diri kita. Ini yang membuat lingkaran setan.
Kesejateraan lebih didasarkan pada hal-hal di luar diri kita, yang tidak pernah stabil. Akibatnya adalah rasa tidak aman dan khawatir. Kita menjadi terjebak dalam ketergantungan dan ketagihan yang bersifat fisik. Terlebih lagi, kita menjadi takut kehilangan hal-hal di mana kita terlalu banyak tergantung. Lambat laun, kita memang benar-benar akan kehilangan hal-hal tersebut, sebuah keadaan yang biasa pada sesuatu yang bersifat fisik, dan kita akan sangat menderita.
Sekarang, banyak dari kita terpenjara dalam rasa khawatir, takut maupun sedih karena pemahaman yang keliru tersebut. Kita berpendapat bahwa hal-hal di luar kita diperbolehkan masuk ke dalam diri kita, kemudian mencengkeram dan menjerat kita dan menghilangkan kemampuan kita untuk menjadi diri sendiri. Penderitaan menunjukkan bahwa kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan bukanlah hal asli atau alami pada kita.
Perasaan-perasaan tersebut muncuk karena kita membiarkan diri kita dipengaruhi oleh kepercayaan dan perilaku yang memang bukan milik kita. Ini sudah suatu kesadaran yang baik.
Bila penderitaan memang bukan ciri sifat alami manusia, kita harus membuangnya.
Kesimpulannya kita bisa menghentikan penderitaan dan mulai membantu saudara-saudara kita.

EmoticonEmoticon