Minggu, 30 April 2017

Mendapatkan Kembali Kedamaian (bagian 2)

Mendapatkan Kembali Kedamaian
Mendapatkan Kembali Kedamaian

Bagaimana kondisi fikiran saya sebelum muncul suatu masalah?

Jika pikiran kuat, kesulitan dari luar tetap akan tinggal di luar - ia tidak akan dapat mengguncangkan diri saya dan menghilangkan kemantapan pikiran saya.

Pikiran saya tetap damai, bebas dari rasa sedih dan khawatir. Jika saya mempunyai kekuatan ini, kesedihan bisa datang tetapi saya tidak akan merasa sedih di dalam. Jika ada seseorang yang melempar batu, tidak akan bisa mengenai saya. Jika seseorang menghina saya - tidak masalah! Kepala saya harus tetap dingin dan tidak serta merta bereaksi. Atau menolak. Saya terima saja situasinya. Menerima akan memberi rasa damai di dalam. Rasa damai inilah yang akan membantu memecahkan masalah. Saya pun tahu apa yang harus atau apa yang tidak harus saya lakukan.
Mengalami rasa sedih adalah suatu perbuatan yang tidak masuk akal. Camkan benar-benar! Bila saya merasa sedih mengenai sesuatu, pemahaman saya kurang.
Untuk siapa saya bersedih hati?
Apakah ini akan membantu saya atau tidak?
Kita memang sering menciptakan situasi sulit untuk diri kita sendiri.
Misalnya rasa takabur akan membuat kita merasa tidak dihargai dan ini menimbulkan rasa sedih. Kesombongan menimbulkan keinginan dihargai dan dihormati. Jika kita tidak menerimanya, kita merasa dihina. Jika yang kita berikan adalah hati kita, dan kita tidak memperlihatkan rasa takabur, kita tidak akan merasakan hal-hal negatif. Jika kita memiliki sifat-sifat yang baik dan tindakan kita pun juga baik, nasib baik kita pun akan bertambah.
Menjadi sedih atau tidak bahagia atau uring-uringan adalah seperti meneteskan racun ke dalam bejana berisi madu. Semuanya menjadi rusak. Rasa damai hilang, sebagai gantinya yang ada adalah rasa tidak bahagia.
Itu semua bukanlah alasan mengapa saya ada di sini!
Saya akan sangat berbahagia jika saya bisa menciptakan suasana yang mebahagiakan.


EmoticonEmoticon